cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Washington(MedanPunya) Secret Service (Dinas Rahasia) atau pasukan pengawal Presiden AS baru saja mulai pulih dari serangkaian kesalahan yang menyedot perhatian. Kini, badan itu menghadapi sebuah skandal yang lain.

Seorang pegawai perempuan badan itu menuduh Xavier Morales, seorang supervisor di badan tersebut, telah melakukan penyerangan setelah pria itu berupaya melakukan kontak seksual dengannya.

"Perempuan itu mengatakan kepada polisi dan badan penyelidik bahwa Morales, bosnya itu, mengatakan kepadanya dalam pesta di Capitol City Brewing Company bahwa ia jatuh cinta terhadapnya dan ingin berhubungan seks dengannya." Morales lalu mencoba untuk menciumnya di kantor.

Saat kejadian itu, Morales "memegang lengan perempuan itu ketika dia menolak" dan keduanya bergumul sampai Morales menyerah. Demikian kata sejumlah sumber kepada harian itu.

Pesta pada tanggal 31 Maret itu dalam rangka perayaan tugas baru Morales sebagai kepala kantor Louisville.

Seorang juru bicara Secret Service menegaskan, Morales telah diberi cuti dan aksesnya ke informasi rahasia (security clearance) dicabut.

Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan 2 April lalu dan Direktur Secret Service, Joe Clancy, mendapat penjelasan pada sore itu juga.

Clancy menyebut tuduhan tersebut "sangat mengganggu". "Setiap ancaman atau kekerasan yang membahayakan karyawan kami di tempat kerja tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi," katanya dalam sebuah pernyataan.

Itu hanyalah babak paling baru bagi organisasi yang terbelit skandal itu selama beberapa bulan terakhir. Bulan lalu, dua pejabat level atas diberhentikan menyusul sebuah insiden di pos komando Gedung Putih dalam sebuah investigasi terkait kemungkinan pengeboman. Clancy tidak mengetahui hal itu sampai lima hari kemudian.

Badan tersebut juga telah menghadapi pengawasan terkait persoalan lain pada akhir Januari ketika sebuah pesawat tak berawak (drone) mendarat di halaman Gedung Putih.

Direktur Secret Service sebelumnya, Julia Pierson, mengundurkan diri pada September setelah ada orang yang melompati pagar bisa mencapai akses hingga ke ruang timur Gedung Putih.

Sebelumnya, pada September, seorang kontraktor keamanan bersenjata dibiarkan untuk masuk ke lift bersama Presiden Barack Obama dalam sebuah kunjungan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 809 kali