cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

London(MedanPunya.Com) Bhiksu Buddha asal Myanmar yang dikenal dengan gerakan nasionalis 969, Ashin Wirathu, menyerukan kepada pengikutnya di Sri Lanka untuk melawan ancaman serius dari kelompok militan.

Untuk merealisasikan hal itu, Wirathu menyebut kelompoknya akan mendukung grup Bodu Bala Sena (BBS) untuk melindungi aliran Buddha di Asia.

"Untuk melindungi dan membela kaum Buddha yang terancam di seluruh dunia, maka gerakan 969 saya akan bergabung dengan BBS," ujar Wirathu.

Dia menambahkan, kaum Buddha, kini tengah menghadapi sebuah ancaman serius dari kelompok jihadis. Kesabaran kaum Buddha dilihat sebagai sebuah kelemahan.

"Kuil-kuil kami dihancurkan. Ada sebuah jihad melawan Bhiksu Buddha," tegas Wirathu.

Sementara itu, Presiden BBS, Kirima Wimalajothi, mengatakan Sri Lanka bukanlah sebuah negara multi-kebudayaan, namun sebuah negara untuk kaum Buddha Sinhala. Wimalajothi, bahkan mengancam akan menurunkan pemerintah, jika mereka tidak menghentikan kaum Muslim ekstrem.

Sebuah kebijakan, ungkap Wimalajothi, tengah disiapkan kelompok itu dan akan diajukan ke Presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa. Ancaman mereka tidak segan-segan, karena jika kebijakan itu tidak segera diterapkan, mereka akan menumbangkan Rajapaksa.

Sekretaris Jenderal BBS, Galaboda aththe Gnanasara, bahkan menyerukan kepada para Bhiksu untuk kembali ke kuil dan mulai mengumpulkan massa. Mereka memberi batas waktu kepada pemerintah selama satu pekan sebelum mereka beraksi.

Sementara itu, pemimpin Muslim pada Jumat pekan lalu, menyampaikan petisi kepada Rajapaksa supaya menolak pemberian visa bagi Wirathu. Sebab, Bhiksu itu dianggap memancing rasa kebencian dan tindak kekerasan di Myanmar. Hingga saat ini, tidak respons jawaban resmi dari kantor kepresidenan terhadap permintaan itu.

Penolakan juga datang dari pemimpin Aliansi Nasional Muslim Tamil, Azath Salley. Dia mengatakan, kunjungan Wirathu malah akan menyebabkan perpecahan lebih jauh di Sri Lanka.

"Kesediaan pemerintah untuk memberi visa bagi Wirathu menunjukkan mereka memiliki motif tersembunyi terkait kaum minoritas," ujar Salley.

Wirathu, tambah Salley, dianggap mengenalkan tindak kekerasan terhadap kaum minoritas.

"Ini merupakan sebuah permasalahan yang justru tengah coba dilalui oleh Sri Lanka di masa lalu. Kehadirannya di negara ini malah akan membahayakan rekonsiliasi yang justru tengah berlangsung di Sri Lanka," tegas dia.

Wirathu dikenal memang radikal dan pembuat onar. Karena ulahnya itu, pada 2003 lalu, dia ditahan dan divonis 25 tahun penjara oleh pemerintahan junta militer Myanmar karena menghasut aksi kekerasan terhadap warga Muslim.***vv/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1338 kali