cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Washington(MedanPunya) Setelah ditahan selama sembilan bulan tanpa alasan jelas, kepala biro Washington Post, Jason Rezaian, akhirnya akan diadili atas tuduhan spionase dalam waktu dekat.

Ia diadili atas tuduhan mata-mata ekonomi karena melansir informasi industri Iran yang sensitif dalam pemberitaannya.

Menanggapi laporan tersebut, pihak Washington Post melansir sebuah pernyataan, bertuliskan "Segala tuduhan semacam itu tidak masuk akal dan merupakan produk dari imajinasi yang besar dan membingungkan".

Kementerian Luar Negeri AS juga angkat bicara terkait penahanan salah satu warganya ini. "Jika laporan tersebut benar, maka tuduhan ini tidak masuk akal, harus segera dibatalkan dan Jason harus dibebaskan secepatnya sehingga dapat kembali ke keluarganya," demikian bunyi pernyataan resmi Kemlu AS.

Sejak Rezaian dan istrinya, Yeganeh Salehi, dibekuk di rumahnya pada 22 Juli 2014, Washington Post bersama Kemlu AS dan keluarganya dengan gencar menyerukan pembebasan. Salehi akhirnya bebas dengan jaminan pada Oktober.

Namun, jaminan Rezaian ditolak. Ia bahkan tak mendapatkan akses untuk memiliki wali hukum.

Melihat hal ini, petinju Muslim Amerika, Muhammad Ali, meminta Tehran memberikan Rezaian akses penuh untuk memiliki wali hukum dan dibebaskan dengan jaminan.

"Sepengetahuan saya, Jason adalah pria yang cinta damai dan memiliki keyakinan baik. Seorang pria yang dedikasi dan hormatnya kepada warga Iran sangat nyata dalam pekerjaannya," ujar Ali dalam pernyataan tertulisnya.

Tak hanya itu, Rezaian juga tidak diizinkan menemui tamu kecuali istrinya dan menjalani proses interogasi yang sangat panjang. Pada Desember lalu, Rezaian menandatangani surat pernyataan bahwa ia mengerti tuduhan yang dijatuhkan atasnya. Tuduhan tersebut tidak dipublikasikan hingga pekan lalu.

Kepala lembaga hak asasi manusia Iran, Mohammad Javad Larijani, pada tahun lalu berharap kasus ini dapat menemukan simpulan positif. "Mari kita berharap masalah ini akan berakhir dengan baik," katanya.***cnn/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 736 kali