cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Quito(MedanPunya) Presiden Ekuador Rafael Correa tiba-tiba menarik diri dari sebuah acara makan siang di depan umum, Selasa (14/4), karena apa yang ia sebut "sebuah ancaman serangan serius" terhadap dirinya. Ancaman itu sedang diselidiki dan satu orang telah ditangkap.

Pemimpin sosialis berusia 52 tahun itu berada di Tabacundo, 50 kilometer dari Quito, ketika wali kota setempat mengatakan kepadanya bahwa dia telah menerima pesan teks berisi ancam melalui ponsel.

Correa mengutip dua pesan yang dikirim ke wali kota itu, Frank Gualsaqui. Correa mengatakan, "Pesan itu dengan jelas mengatakan, 'Apa yang Anda pikirkan, Anda merupakan orang menyelamatkan rakyat? (Anda) salah. Kami akan membunuh Anda bersama Correa. Hari ini, Anda akan lihat...'."

Menurut Correa, tak lama setelah itu, wali kota tersebut menerima ancaman kedua tentang kematian yang akan menimpa "banyak orang" di sebuah taman di mana dia dijadwalkan akan berkunjung ke sana.

Tim keamanan menyarankan kepadanya untuk menghentikan kegiatan itu dan tinggal di hotel.

Correa menambahkan bahwa para penyidik telah menangkap pemilik telepon itu, tetapi orang tersebut membantah telah mengirim pesan ancaman itu.

Correa, seorang ekonom berpengalaman, mengatakan bahwa ia telah menerima banyak ancaman di masa lalu, tetapi kali ini berbeda karena ancaman tersebut diketahui telah dikirim dari jarak dekat.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 816 kali