cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Paris(MedanPunya) Prancis mengatakan tetap mencalonkan seorang duta besar untuk Vatikan yang secara terbuka mengungkapnya dirinya gay.

Pemerintah Prancis mengusulkan diplomat senior Laurent Stefanini untuk posisi dubes di Vatikan pada Januari lalu, tetapi Vatikan belum memberikan persetujuannya.

Vatikan biasanya merespon dalam waktu enam pekan untuk menyetujui seorang duta besar baru.

Nominasi Stefanini ini merupakan ujian bagi Paus Franciskus, yang memiliki sikap liberal terhadap homoseksualitas.

Seorang juru bicara pemerintah Prancis mengatakan telah ada negosiasi dengan Vatikan mengenai penunjukkan tersebut.

"Prancis telah memilih duta besarnya untuk Vatikan. Pilihannya adalah Stefanini dan itu masih disebutkan dalam proposal Prancis," kata juru bicara Stephane Le Foll.

Para pemantau mengatakan sebagian besar penunjukkan untuk Vatikan dikukuhkan dalam waktu enam pekan dan ini tidak adanya jawaban ini dapat diartikan sebagai sebuah penolakan.

Secara trandisional Vatikan tidak akan mengeluarkan pernyataan jika bermaksud untuk menolak suatu pengajuan.

Stefanini pernah menjabat sebagai wakil duta besar Prancis di Vatikan dari 2001 sampai 2005.

Kementerian Luar Negeri Prancis menggambarkan dia sebagai "salah satu diplomat terbaik kami".

Prancis melegalkan pernikahan sesama jenis pada 2013, meskipun ada pertentangan dari Gereja Katolik.

Paus Franciskus menunjukkan sikap lebih toleran terhadap homoseksual dibandingkan Paus sebelumnya. "Siapa saya ini, untuk menghakimi (homoseksualitas)?", tanyanya pada 2013 lalu.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 858 kali