cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Washington(MedanPunya) Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan gencatan senjata segera untuk konflik berkepanjangan di Yaman. Sembari Sekjen Ban mencari utusan PBB yang baru untuk Yaman, yang bisa menengahi konflik di negara tersebut.

Dalam pernyataannya di acara makan malam National Press Club di Washington DC, Sekjen Ban menyebut Yaman sedang 'terbakar' dengan adanya konflik yang dipicu kelompok pemberontak Houthi.

"Saya menyerukan gencatan senjata segera di Yaman, oleh semua pihak," tegas Sekjen Ban.

"Ini saatnya untuk mendukung koridor bagi bantuan kemanusiaan dan membuka jalan bagi perdamaian yang sesungguhnya," imbuhnya.

"Proses diplomatik yang didukung PBB menjadi jalan terbaik untuk keluar dari perang yang berdampak mengerikan terhadap stabilitas regional ini," cetus Sekjen Ban.

Pernyataan Sekjen Ban ini dilontarkan setelah utusan PBB untuk Yaman, Jamal Benomar mengundurkan diri, karena tidak didukung oleh negara-negara Arab. Malah Arab Saudi memimpin koalisi yang meluncurkan serangan udara melawan pemberontak Houthi di Yaman.

Sekjen Ban menyatakan, dirinya masih dalam proses mencari utusan baru untuk Yaman yang benar-benar bisa membantu mencari solusi politik untuk negara tersebut.

"Saudi telah meyakinkan saya bahwa mereka memahami memang harus ada proses politik. Saya menyerukan kepada seluruh rakyat Yaman untuk berpartisipasi, dan memiliki keyakinan baik," ucapnya.

Pemberontak Houthi menguasai ibukota Sanaa sejak September 2014 lalu. Kemudian pada Januari lalu, Houthi menjadikan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi sebagai tahanan rumah. Hingga pada Februari 2015, Presiden Hadi melarikan diri ke Aden.

Dari Aden, Presiden Hadi menggerakkan jajarannya yang masih loyal untuk melawan pemberontak Houthi, yang kemudian justru mengganggu perundingan damai yang tengah diupayakan.

Upaya Benomar sebagai utusan PBB untuk menghidupkan kembali perundingan antara pihak-pihak yang berkonflik di Yaman, gagal. Justru pemberontak Houthi terus bergerak mendekati Presiden Hadi di Aden, yang kemudian membuatnya mengungsi ke Saudi.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 834 kali