cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Caracas(MedanPunya) Kelangkaan pasok membuat warga Venezuela harus antre selama berjam-jam untuk membeli bahan-bahan pokok, seperti tepung jagung, susu, gula, minyak goreng, kopi, sabun, hingga kertas toilet.

Antrean bisa melibatkan ratusan orang dan untuk menghindari sengatan matahari yang terik, kadang penjaga toko meminta orang-orang untuk antre di areal parkir mobil atau di basement.

Kelangkaan bahan-bahan pokok ini disebabkan oleh gabungan berbagai faktor.

Ekonomi sedang tidak bagus dan harga minyak, salah satu ekspor utama Venezuela, turun tajam.

Bahan-bahan pokok diatur secara ketat oleh pemerintah. Mereka tidak mensubsidi harga.

Yang mereka lakukan adalah menetapkan harga, yang harus dipatuhi oleh para produsen.

Dengan inflasi menembus lebih dari 60%, sering kali produsen merugi.

Kondisi ekonomi yang sulit juga membuat pembayaran untuk perusahaan-perusaan asing, yang menjual bahan-bahan pokok di Venezuela, harus menunggu lama untuk menerima pembayaran.

Akhirnya banyak perusahaan ini yang hengkang dari Venezuela.

Tapi, kata Ian Pannell, pemerintah tidak mengakui faktor-faktor di atas. Mereka lebih sering mengatakan bahwa kesulitan ini diakibatkan oleh "perang ekonomi" yang dilancarkan Amerika Serikat dan Eropa.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 923 kali