cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Caracas(MedanPunya) Kelangkaan pasok membuat warga Venezuela harus antre selama berjam-jam untuk membeli bahan-bahan pokok, seperti tepung jagung, susu, gula, minyak goreng, kopi, sabun, hingga kertas toilet.

Antrean bisa melibatkan ratusan orang dan untuk menghindari sengatan matahari yang terik, kadang penjaga toko meminta orang-orang untuk antre di areal parkir mobil atau di basement.

Kelangkaan bahan-bahan pokok ini disebabkan oleh gabungan berbagai faktor.

Ekonomi sedang tidak bagus dan harga minyak, salah satu ekspor utama Venezuela, turun tajam.

Bahan-bahan pokok diatur secara ketat oleh pemerintah. Mereka tidak mensubsidi harga.

Yang mereka lakukan adalah menetapkan harga, yang harus dipatuhi oleh para produsen.

Dengan inflasi menembus lebih dari 60%, sering kali produsen merugi.

Kondisi ekonomi yang sulit juga membuat pembayaran untuk perusahaan-perusaan asing, yang menjual bahan-bahan pokok di Venezuela, harus menunggu lama untuk menerima pembayaran.

Akhirnya banyak perusahaan ini yang hengkang dari Venezuela.

Tapi, kata Ian Pannell, pemerintah tidak mengakui faktor-faktor di atas. Mereka lebih sering mengatakan bahwa kesulitan ini diakibatkan oleh "perang ekonomi" yang dilancarkan Amerika Serikat dan Eropa.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 816 kali