cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Riyadh(MedanPunya) Otoritas Arab Saudi mengeksekusi mati salah satu warganya atas kasus pembunuhan. Pria ini dinyatakan bersalah telah mencabuli dan membunuh seorang wanita yang merupakan pembantu rumah tangga asal Indonesia.

Shayea al-Qahtani dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat, telah memukuli korban dengan tongkat dan menyiramkan air mendidih ke tubuh korban. Aksi keji itu berujung pada tewasnya korban. Demikian disampaikan Kementerian Dalam Negeri Saudi.

Tidak disebut lebih lanjut identitas korban. Hanya disebut bahwa dia merupakan seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang bekerja untuk pelaku.

Pelaku sendiri telah dihukum pancung pada Selasa (21/4) waktu setempat di wilayah Abha. Eksekusi mati ini merupakan eksekusi mati ke-63 yang dilakukan otoritas Saudi sepanjang tahun ini.

Jumlah tersebut tergolong mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan jumlah eksekusi mati di Saudi sepanjang tahun 2014 yang mencapai 87 eksekusi mati. Amnesty International menyebutnya sebagai lonjakan mengerikan.

Organisasi HAM yang berbasis di London tersebut memasukkan Saudi dalam daftar tiga negara eksekutor tertinggi di dunia, untuk tahun lalu.

Menanggapi protes dari dunia internasional, Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan bahwa eksekusi mati memberikan efek jera yang besar. Tindak pidana seperti penyelundupan narkoba, pemerkosaan, pembunuhan, kemurtadan dan perampokan bersenjata terancam hukuman mati di bawah hukum syariat Islam yang ketat di Saudi.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 782 kali