cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Canberra(MedanPunya.Com) Jet-jet militer Australia akan bergabung dengan Amerika Serikat dalam perang melawan kelompok ISIS di Irak. Namun untuk tahap awal, pesawat militer Australia hanya akan melakukan misi penunjang, bukan misi penyerangan.

Pada pertengahan September lalu, Australia telah mengerahkan sekitar 600 tentara dan beberapa pesawat ke Uni Emirat Arab, seiring Australia bersiap untuk bergabung dengan koalisi internasional pimpinan AS dalam memerangi ISIS.

"Kami belum membuat keputusan final untuk mengirimkan pasukan kami untuk bertempur namun pesawat Australia sejak hari ini akan mulai terbang di atas Irak untuk mendukung operasi sekutu," tutur Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott.

"Pesawat-pesawat kita adalah untuk operasi penunjang, bukan misi penyerangan. Serangan udara Australia masih menunggu izin final dari pemerintah Irak dan keputusan lebih lanjut pasukan kita," tandas pemimpin negeri Kangguru itu.

Ditambahkan Abbott, pesawat E-7A Wedgetail Airborne Early Warning and Control dan sebuah pesawat pengisi bahan bakar akan beroperasi di atas wilayah Irak untuk mendukung pesawat AS dan pesawat koalisi lainnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1274 kali