cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Riyadh(MedanPunya) Presiden Prancis Francois Hollande menyerukan penghapusan hukuman mati di dunia. Menurutnya, hukuman mati harus dilarang.

Hal ini disampaikan Hollande dalam kunjungan di Arab Saudi, yang mengalami peningkatan pesat dalam jumlah eksekusi mati yang dilakukan.

Otoritas Saudi telah mengeksekusi mati 78 warga setempat dan warga asing sepanjang tahun ini. Sebelumnya pada tahun 2014, sebanyak 87 eksekusi mati dilakukan di Saudi.

"Prancis sedang berkampanye di seluruh dunia untuk menghapuskan hukuman mati," ujar Hollande yang berada di Riyadh, Saudi untuk menghadiri KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

"Hukuman mati harus dilarang," tegas Hollande kepada para wartawan usai pertemuan para pemimpin GCC, termasuk Raja Saudi, Salman.

Dikatakan Hollande, sikap pemerintahnya soal hukuman mati "bukan karena salah satu warga negara kami bisa menjadi korban eksekusi," tutur Hollande mengenai Serge Atlaoui, yang divonis mati di Indonesia atas kasus narkoba.

Organisasi HAM Amnesty International menempatkan Saudi di antara tiga negara di dunia yang paling banyak melakukan eksekusi mati pada tahun 2014. Sesuai hukum syariat Islam di Saudi, dakwaan peredaran narkoba, pemerkosaan, pembunuhan, kemurtadan dan perampokan bersenjata bisa dikenai hukuman mati.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1025 kali