cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Riyadh(MedanPunya) Presiden Prancis Francois Hollande menyerukan penghapusan hukuman mati di dunia. Menurutnya, hukuman mati harus dilarang.

Hal ini disampaikan Hollande dalam kunjungan di Arab Saudi, yang mengalami peningkatan pesat dalam jumlah eksekusi mati yang dilakukan.

Otoritas Saudi telah mengeksekusi mati 78 warga setempat dan warga asing sepanjang tahun ini. Sebelumnya pada tahun 2014, sebanyak 87 eksekusi mati dilakukan di Saudi.

"Prancis sedang berkampanye di seluruh dunia untuk menghapuskan hukuman mati," ujar Hollande yang berada di Riyadh, Saudi untuk menghadiri KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

"Hukuman mati harus dilarang," tegas Hollande kepada para wartawan usai pertemuan para pemimpin GCC, termasuk Raja Saudi, Salman.

Dikatakan Hollande, sikap pemerintahnya soal hukuman mati "bukan karena salah satu warga negara kami bisa menjadi korban eksekusi," tutur Hollande mengenai Serge Atlaoui, yang divonis mati di Indonesia atas kasus narkoba.

Organisasi HAM Amnesty International menempatkan Saudi di antara tiga negara di dunia yang paling banyak melakukan eksekusi mati pada tahun 2014. Sesuai hukum syariat Islam di Saudi, dakwaan peredaran narkoba, pemerkosaan, pembunuhan, kemurtadan dan perampokan bersenjata bisa dikenai hukuman mati.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1112 kali