cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap pemimpin dan tokoh-tokoh senior militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Empat nama tokoh senior ISIS dimasukkan dalam daftar buronan terorisme AS dengan imbalan jutaan dolar AS.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menambahkan empat nama ke daftar target bernilai tinggi dalam 'Rewards for Justice Program'. Keempatnya merupakan tokoh-tokoh senior dalam tubuh ISIS, yang kini merajalela di Suriah dan Irak, serta mulai meluas ke wilayah lainnya.

Nama pertama, yakni Abdel Rahman Mustafa al-Qaduli dihargai dengan imbalan US$ 7 juta (Rp 91 miliar). Nama Qaduli sudah masuk dalam daftar teroris global yang mendapat sanksi Departemen Keuangan AS sejak Mei 2014.

Departemen Luar Negeri AS menyebut Qaduli sebagai wakil pemimpin pecahan Al-Qaeda di Irak, mendiang Abu Musab al-Zarqawi. Menurut Departemen Luar Negeri, Qaduli pergi ke Suriah dan bergabung dengan ISIS pada tahun 2012 lalu, setelah dia bebas dari penjara di Irak. Data dari Departemen Keuangan AS menyebut Qaduli sebagai warga Irak yang lahir di kota Mosul, antara tahun 1957 atau 1959.

Nama kedua adalah Abu Mohammed al-Adnani yang memiliki nama kecil Taha Sobhi Falaha. Adnani yang disebut berasal dari Suriah dan diperkirakan berusia 38 tahun ini, dihargai dengan imbalan US$ 5 juta (Rp 65 miliar) oleh Departemen Luar Negeri AS. Departemen Luar Negeri AS menyebut Adnani sebagai salah satu juru bicara ISIS yang berulang kali menyerukan serangan terhadap AS.

Nama ketiga adalah Tarkhan Batirashvili yang lebih dikenal dengan nama Arab, Omar al-Shishani. Pria berusia 29 tahun yang berasal dari Georgia ini, juga dihargai imbalan US$ 5 juta oleh Departemen Luar Negeri AS. Batirashvili disebut berperan mengawasi penjara ISIS di wilayah Raqqa, Suriah, yang menjadi lokasi penahanan sandera-sandera asing.

Nama keempat adalah Tariq bin al-Tahar bin al-Falih al-Awni al-Harzi, seorang warga Tunisia berusia 33 tahun. Dia dihargai imbalan US$ 3 juta (Rp 39 miliar) dan disebut berperan sebagai penyandang dana bagi ISIS serta menjadi komandan lapangan ISIS di Suriah. Dia juga sempat menjadi kepala unit pengebom bunuh diri ISIS.

Selain keempat nama itu, pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi telah masuk dalam daftar dan dihargai imbalan US$ 10 juta (Rp 130 juta).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 917 kali