cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Washington(MedanPunya.Com) Amerika Serikat dan China bersitegang terkait unjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong. China memperingatkan AS untuk tidak mencampuri unjuk rasa di Hong Kong dan menyatakan tidak akan mentolerir aksi ilegal AS.

Presiden AS Barack Obama menuturkan kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi yang tengah berkunjung ke Washington, AS, bahwa dirinya terus memantau perkembangan di Hong Kong. Menurut Gedung Putih, Obama menemui Wang saat rapat dengan penasihat keamanan nasional Susan Rice.

"Obama juga menyampaikan harapan agar perbedaan antara otoritas Hong Kong dengan demonstran bisa diselesaikan dengan damai," terang Gedung Putih.

Namun sebenarnya beberapa jam sebelumnya, Wang telah menuturkan kepada Menlu AS John Kerry bahwa unjuk rasa di Hong Kong bukanlah urusan AS.

"Pemerintah China telah sangat tegas dan jelas dalam menyatakan posisinya. Urusan Hong Kong merupakan urusan internal China," tegas Wang, dengan Menlu Kerry berdiri di sebelahnya di kantor Departemen Luar Negeri AS.

"Negara lain seharusnya menghormati kedaulatan China dan ini merupakan prinsip dasar dari hubungan internasional antar pemerintah," imbuhnya.

"Saya meyakini untuk negara manapun, untuk masyarakat manapun, tidak akan ada yang mengizinkan aksi ilegal yang melanggar norma ketertiban umum. Itu situasi di AS dan itu juga situasi yang sama di Hong Kong," sebut Wang.

Selama ini, AS memang selalu berada dalam posisi yang tegang dalam hubungannya dengan China. Di tengah ketegangan situasi di Hong Kong, yang merupakan bagian wilayah China, Menlu Kerry menyerukan agar polisi setempat menahan diri dalam menghadapi demonstran.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1157 kali