cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Canberra(MedanPunya) Perdagangan eksport hidup Australia kembali tersandung kontroversi baru menyusul laporan hasil investigasi yang dilakukan Pemerintah Federal Australia menemukan ternak yang mereka ekspor dimatikan dengan cara dipukul hidup-hidup dengan palu godam di Vietnam.

Penyelidikan yang dilakukan Departemen Pertanian Australia melakukan penyelidikan ini setelah staf ekspor mereka melaporkan adanya 3 pelanggaran ketentuan pada bulan Maret tahun ini.

Awal bulan ini organisasi Animals Australia juga memasukan laporan kepada Departemen Pertanian dengan tuduhan ternak Australia dimatikan dengan palu godam di Vietnam.

Kelompok pemerhati hak binatang itu dalam rincian laporan mereka menyebutkan 'terjadi pemukulan dengan palu yang mengerikan untuk mematikan sejumlah ternak Australia di beberapa rumah potong hewan yang tidak disetujui di Utara Vietnam,"

"Animals Australia kemudian melakukan penyelidikan di Vietnam setelah menerima informasi dari perwakilan industri eksport ternak Australia pada April lalu kalau ribuan ternak Australia disembelin dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan rantai pasokan yang disepakati," demikian tulis pernyataan dari kelompok pemerhati hak binatang tersebut.

"Pembunuhan ternak sapi dan kerbau dengan cara melakukan pemukulan berulang kali dibagian kepala mereka dengan palu godam merupakan metode penyembelihan tradisional di Vietnam."

Vietnam adalah pasar eksport Australia kedua terbesar untuk ternak hidup, menurut Animals Australia ada 178.000 ;binatang ternak yang eksport ke Vietnam tahun lalu.

Kelompok hak-hak binatang mengatakan sudah ada 8 keluhan serupa yang dilaporkan kepada mereka selama dua tahun terakhir tentang pembunuhan ternak di Vietnam.

Seorang juru bicara untuk Menteri Pertanian, Barnaby Joyce mengatakan Departemen Pertanian akan memantau ketat ekspor sapi ke Vietnam sejak mendapat laporan mengenai hal ini pada bulan Maret lalu.

"[Departemen] bekerja sama dengan industri untuk memastikan semua masalah yang dilaporkan dapat diperbaiki dan standar kesejahteraan hewan yang ketat harus dilaksanakan," kata juru bicara itu.

Departemen juga masih terus mencari informasi dari eksportir lain di wilayah ini untuk menentukan apakah telah terjadi pelanggaran yang lain,"***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 795 kali