cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Canberra(MedanPunya.Com) Perdana Menteri Tony Abbott meminta parlemen Australia untuk membatalkan aturan yang mengharuskan pengunjung wanita yang mengenakan burka untuk duduk di ruang kaca.

Sebelumnya, ketua DPR (House of Representatives) Bronwyn Bishop dan Ketua Senat Stephen Parry telah menyetujui aturan internal baru dalam protokoler di parlemen Australia yang berlaku bagi siapa saja yang menggunakan penutup wajah.

Aturan tersebut menyebutkan, "Orang-orang yang menggunakan penutup wajah jika hendak memasuki ruang atau galeri apapun di gedung parlemen dan senat maka akan ditempatkan di kaca yang ruang tertutup."

Disebutkan, "Aturan ini bertujuan untuk memastikan orang yang menutupi wajahnya dapat tetap memasuki gedung parlemen tanpa harus diidentifikasi terlebih dahulu."

Ruangan tertutup itu biasanya digunakan untuk tempat duduk pelajar yang berkunjung ke parlemen.

PM Abbott akan menyampaikan ke Bronwyn Bishop bahwa "akal sehat yang harus diutamakan" saat berbicara mengenai akses publik ke gedung wakil rakyat, baik DPR maupun Senat.

Australia menganut sistem dua kamar dalam parlemen, yaitu House of Representatives (setara DPR di Indonesia) dan Senat (setara DPD). DPR dikenal juga sebagai Majelis Rendah dan Senat sebagai Majelis Tinggi.

PM Abbott bersikukuh bahwa setiap pengunjung ke parlemen yang telah melewati pos pemeriksaan, termasuk pemeriksaan wajah, maka seharusnya bisa mengakses area publik di gedung tersebut.

Ia merujuk parlemen sebagai "rumah rakyat" dan seharusnya diperlakukan secara demikian.

Kabarnya, PM Abbott lebih menyukai jika pemeriksaan seseorang yang mengenakan burka dilakukan di ruang privat.

Dua menteri dalam kabinet Abbott menyetakan, bahwa keputusan sebelumnya yang memisahkan wanita berburka ke ruang kaca tertutup sebagai "kesalahan fatal".

Komisioner Komnas HAM Australia Tim Soutphommasane menyambut baik langkah PM Abbott. Menurut dia, "Tidak ada alasan untuk memisahkan wanita muslim berburka ke ruang kaca tertutup."

Soutphommasane menambahkan, "Jika aturan ini diberlakukan, akan membuat preseden berbahaya."

Sebab, katanya, sekali ada aturan yang memisahkan seseorang di ruang publik karena latar belakangnya, maka tinggal menunggu waktu adanya aturan serupa di angkutan umum, di kafe-kafe atau restoran. Bahwa orang dengan latar belakang tertentu harus dipisahkan dari yang lainnya. "Hal ini sangat berbahaya," jelasnya.

Pemimpin Oposisi Bill Shorten menegaskan seorang pemimpin memiliki tanggung jawab untuk berbuat bagi kaum minoritas dan kaum mayoritas.

"Kita tidak boleh memisah-misahkan rakyat kita yang ingin mengunjungi gedung parlemen," tegasnya.

Dua orang senator Australia yakni Senator Cory Bernardi dan Senator Jacqui Lambie mendesak pelarangan burka di parlemen dan di seluruh Australia.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1045 kali