cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Washington(MedanPunya) Amerika Serikat akan menjual ribuan bom dan rudal ke Israel, serta 10 helikopter Seahawk ke Arab Saudi. Perjanjian penjualan senjata tersebut bernilai sekitar US$ 1,9 miliar untuk masing-masing negara.

Rencana penjualan senjata ke dua sekutu AS di Timur Tengah itu telah disampaikan Departemen Luar Negeri AS kepada Kongres AS.

Dalam kesepakatan penjualan senjata untuk Israel, termasuk 3 ribu rudal Hellfire, 250 rudal udara-ke-udara berjarak menengah, 4.100 bom luncur dan 50 bom BLU-113 yang dirancang untuk menjangkau lokasi-lokasi di bawah tanah. Demikian disampaikan pejabat-pejabat AS

Israel yang menentang keras diplomasi AS dengan Iran soal program nuklirnya, telah menegaskan pihaknya berhak mengambil aksi militer sepihak terhadap Iran guna mencegah negara seterunya itu memiliki senjata nuklir. Dan bom-bom yang dipesan Israel ke AS tersebut, bisa digunakan untuk menggempur lokasi-lokasi nuklir Iran yang berada di bawah tanah.

"Rencana penjualan peralatan ini akan memberikan Israel kemampuan untuk mendukung kebutuhan pertahanan dirinya sendiri," demikian statemen Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan.

Sementara rencana penjualan senjata dengan Arab Saudi mencakup 10 helikopter Seahawk MH-60R beserta radarnya, sistem navigasi dan 38 rudal Hellfire.

Sebelumnya, pemerintah AS telah menyetujui kesepakatan penjualan senjata senilai US$ 90 miliar dengan Saudi antara tahun 2010 dan 2014.

Sesuai aturan, Kongres AS harus diberitahu 30 hari sebelum pemerintah AS bisa mengambil langkah-langkah final soal perdagangan militer ke pemerintah asing. Penjualan itu bisa dilakukan jika parlemen AS tidak memblokirnya atau mengamandemen perjanjian.***dtc/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 834 kali