cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Guatemala City(MedanPunya) Jaksa Agung Guatemala mengeluarkan surat perintah penahanan bagi Presiden Otto Perez yang masih aktif menjabat. Perintah penahanan ini terkait skandal gratifikasi yang menyelimuti pemerintahannya.

Kekebalan hukum terhadap Presiden Perez telah dicabut oleh parlemen pada Selasa (1/9) waktu setempat. Kesepakatan ini dicapai setelah sebanyak 132 dari 158 anggota parlemen Guatemala setuju mencabut hak imunitas presiden.

Pada Rabu (2/9) malam, kantor jaksa Guatemala menyatakan bahwa Jaksa Agung Thelma Aldana telah mengajukan surat perintah penahanan bagi Presiden Perez. Dalam perintah penahanan itu, disebutkan bahwa Presiden Perez dijerat dakwaan terlibat asosiasi terlarang dan penipuan bea cukai.

Seorang pejabat pada kantor Jaksa Agung Aldana mengkonfirmasi bahwa surat perintah penahanan untuk Presiden Perez telah dikeluarkan pengadilan.

Namun tidak diketahui jelas kapan perintah penahanan Presiden Perez ini mulai diberlakukan. Kepolisian Guatemala biasanya menerapkan perintah penahanan semacam ini antara pukul 06.00 - 18.00 waktu setempat.

Jaksa setempat yang menganggap Presiden Perez berpotensi melarikan diri, telah melarangnya untuk meninggalkan Guatemala. Tapi pengacara Presiden Perez sebelumnya menjamin kliennya tidak akan kabur ke luar negeri.

Skandal korupsi ini mencuat menjelang pelaksanaan pemilu presiden pada 6 September mendatang. Presiden Perez yang tidak bisa lagi mencalonkan diri sesuai konstitusi, telah menyangkal setiap tudingan korupsi yang diarahkan kepadanya.

Presiden Perez bersikeras tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya terkait skandal ini, meski diguncang unjuk rasa besar-besaran. Dia akan tetap menjabat hingga serah terima jabatan dengan presiden baru pada Januari 2016 mendatang.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1030 kali