cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...

Canberra(MedanPunya) Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyebut militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) lebih parah dari Nazi. Pernyataan ini menuai kecaman keras dari kelompok Yahudi setempat.

PM Abbott masih mempertimbangkan untuk memperluas operasi udara melawan ISIS di Irak, hingga ke Suriah, sesuai permintaan Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, PM Abbott menyebut aksi-aksi keji ISIS sebagai kebiadaban abad pertengahan.

"Maksud saya, Nazi sangat mengerikan dan jahat, tapi mereka cukup punya malu untuk berusaha menutup-nutupi perbuatannya. Tapi orang-orang ini (ISIS-red) memamerkan kejahatan mereka," sebut PM Abbott.

"Hal yang luar biasa adalah -- mereka bertindak sama seperti orang barbar abad pertengahan --- bedanya mereka menyiarkan kejahatannya kepada dunia, dengan kelancangan yang tidak bisa diterima dan hanya menambah kekejaman mereka," imbuhnya.

Pernyataan PM Abbott ini menuai kecaman dari komunitas Yahudi di Australia. Pemimpin Dewan Eksekutif Umat Yahudi Australia, Robert Goot bahkan geram dan menyebutnya sebagai pernyataan gegabah dan sangat disayangkan. Menurut Goot, kejahatan ISIS memang sangat mengerikan, tapi tidak bisa dibandingkan dengan kejahatan sistematik yang menjadikan jutaan orang sebagai korban, dalam pembentukan kamp kematian sebagai dalih pembantaian massal.

"Aksi terorisme dilakukan dengan penuh publikasi demi efek propaganda. Sebaliknya, mereka yang bertanggung jawab memerintahkan dan melakukan genosida yang secara sistematis didukung negara, adalah pejabat tinggi pemerintah yang bertindak secara diam-diam bukan karena malu, tapi demi menghindari diadili secara pidana atas perbuatan mereka," terangnya.

PM Abbott membela pernyataannya ini saat tampil dalam konferensi pers di Melbourne. Kepada wartawan, PM Abbott menyebut dirinya tidak ada urusan untuk menyusun peringkat penjahat.

"Tapi maksud saya, tidak seperti pelaku kejahatan di masa lalu, apakah Stalin, Hitler atau siapapun yang berusaha menutup-nutupi kejahatannya, kultus kematian ini memamerkannya. Setiap hari kita melihat kekejaman mereka disiarkan ke dunia, kekejaman yang melanggar kemanusiaan," sebutnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 987 kali