cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

New York(MedanPunya) Penyelidik senior hak asasi manusia PBB, Carla del Ponte, mengatakan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, harus diadili meskipun ia masih berkuasa.

Berbicara kepada para wartawan, hari Senin (21/9), Del Ponte memberi contoh kasus mantan Presiden Serbia dan Yugoslavia, Slobodan Milosevic.

Ia tetap menjabat sebagai presiden menyusul perjanjian damai di bekas Yugoslavia, namun bisa diajukan ke pengadilan di Den Haag.

Del Ponte mengatakan hal yang sama bisa diterapkan untuk kasus Presiden Assad.

"Assad adalah presiden, mari kita tangani situasi ini. Jika memang bisa diwujudkan gencatan senjata dengan presiden (Assad), mengapa tidak? Tapi setelah itu harus ada proses hukum," kata Del Ponte, yang terlibat aktif dalam proses hukum terhadap Milosevic.

Del Ponte adalah anggota tim PBB yang menyelidiki pelanggaran HAM di Suriah dan saat ini tengah menyusun nama-nama tersangka kasus pelanggaran HAM di negara tersebut.

Ia mengatakan prioritas saat ini adalah mengakhiri perang di Suriah, namun ia berharap pengadilan ad hoc bisa dibentuk di Suriah untuk mengadili para penjahat perang.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 887 kali