cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat dikabarkan tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi yang melibatkan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak dan orang dekatnya. Penyelidikan ini terkait pembelian properti di wilayah AS yang dicurigai melibatkan dana ilegal.

Dilaporkan, seorang sumber yang enggan disebut namanya, kasus dugaan korupsi internasional ini tengah diselidiki oleh unit dari Departemen Kehakiman AS.

Penyelidikan difokuskan pada sejumlah properti di AS yang dibeli oleh putra tiri PM Najib, dalam beberapa tahun terakhir. Dilakukan juga penyelidikan terhadap properti yang terkait dengan kerabat dekat keluarga PM Najib.

Lebih lanjut, otoritas AS juga menyelidiki tudingan aliran dana ilegal sebesar US$ 681 juta yang masuk ke rekening pribadi PM Najib. Belum ada tanggapan resmi dari kantor PM Najib atas penyelidikan otoritas AS ini.

Untuk kasus aliran dana ilegal ini sebelumnya sempat dipublikasikan media AS, Wall Street Journal (WSJ) pada Juli lalu, yang menyebut aliran dana ini terkait dengan perusahaan investasi milik negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang juga dilanda skandal korupsi.

Laporan WSJ itu belum bisa dipastikan kebenarannya, namun pihak 1MDB dan PM Najib sendiri telah membantahnya. Penyelidikan otoritas Malaysia sendiri juga menyebut tidak ada hal mencurigakan dalam rekening PM Najib.

Penyelidikan oleh otoritas AS ini masih dalam tahap-tahap awal dan bisa dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menentukan apakah memang ada hukum federal yang dilanggar dalam kasus ini.

WSJ sebelumnya memberitakan bahwa skandal korupsi 1MDB juga tengah diselidiki oleh Biro Investigasi Federal AS atau FBI. Tidak diketahui pasti apakah penyelidikan FBI dengan penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman AS ini saling terkait.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1027 kali