cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Riyadh(MedanPunya) Pemerintah Arab Saudi menyerukan Iran untuk berhenti mencampuri urusan negara-negara tetangga. Bahkan diingatkan bahwa pemerintah Saudi siap mengkonfrontir aksi-aksi Iran.

Pemerintah Iran terang-terangan mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah yang berkepanjangan. Iran juga dituduh mendukung para pemberontak Houthi yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman sejak tahun lalu.

"Kami harap Iran akan mengubah kebijakannya dan berhenti mencampuri urusan negara-negara lain di wilayah ini, di Libanon, Suriah, Irak dan Yaman," tutur Menteri Luar Negeri (Menlu) Saudi Adel al-Jubeir.

"Sulit untuk memiliki hubungan positif dengan Teheran ketika Arab Saudi dan rakyatnya menjadi target agresi terus-menerus dari Iran," cetus Jubeir dalam konferensi pers bersama Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier di Riyadh. dari rival

Seperti diketahui, pemerintah Saudi mendukung kelompok-kelompok pemberontak yang berperang untuk menggulingkan rezim Assad di Suriah.

"Kami akan pastikan bahwa kami mengkonfrontir aksi-aksi Iran dan akan menggunakan semua kekuatan politik, ekonomi dan militer kami untuk membela wilayah dan rakyat kami," tegas Jubeir.

Pejabat tinggi Saudi itu menuduh Iran bertindak seperti "negara penjajah" di Suriah. Dia pun mendesak Iran untuk menarik para pejuangnya dari Suriah dan berhenti memasok senjata untuk rezim Assad.

"Jika tidak, akan sulit bagi Iran untuk memainkan peran dalam menemukan solusi untuk konflik di Suriah," tandas Jubeir.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 882 kali