cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Canberra(MedanPunya) Seorang mantan Perdana Menteri (PM) Australia disebut-sebut termasuk di antara 28 figur terkemuka yang masuk dalam daftar tersangka paedofil di negeri itu. Namun tak disebutkan nama mantan PM tersebut.

Hal ini disampaikan senator veteran Australia, Bill Heffernan dalam pertemuan Senat pada Selasa, 20 Oktober malam waktu setempat. Dia pun menyerukan agar penyelidikan publik atas kejahatan seks anak diperluas.

Di depan para senator Australia, Heffernan mengatakan dirinya memiliki dokumen kepolisian "yang sangat mengganggu" tentang para tersangka pelaku kejahatan terhadap anak-anak.

"Kita di Australia, sayangnya, ada kompromi di tingkat paling tinggi. Ada mantan PM dalam daftar ini dan itu merupakan dokumen kepolisian," ujar senator dari partai Liberal yang telah puluhan tahun berkampanye melawan kejahatan anak.

Menurut Heffernan, daftar tersebut diserahkan padanya oleh sebuah badan kepolisian beberapa waktu lalu "karena tampaknya tak ada yang ingin menangani mereka".

Atas hal ini, Jaksa Agung George Brandis mengatakan, dirinya tidak memiliki salinan dari dokumen kepolisian yang dimiliki Heffernan tersebut. Dikatakannya, semua tergantung pada komisi kerajaan untuk memutuskan apakah akan menyelidiki dugaan-dugaan tersebut.

"Hanya karena nama seseorang muncul dalam daftar, tak lantas menjadikan mereka bersalah, dan jika memang ada tuduhan serius... itu harus diserahkan ke tangan kepolisian," tutur Brandis.

"Tak seorang pun di atas hukum. Saya tak berkomentar mengenai tuduhan-tuduhan umum, namun tak seorang pun di atas hukum," tandasnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 947 kali