cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...

Medan(MedanPunya.Com) Pada bulan November 2014, Sumatera Utara mengalami inflasi sebesar 1,80 persen. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara mencatat empat kota Indeks Harga Konsumen di Sumut mengalami inflasi yakni Sibolga sebesar 2,45 persen, Pematang Siantar sebesar 1,95 persen, Kota Padangsidempuan sebesar 1,98 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark S Pardamean menyebutkan, terjadinya inflasi pada bulan November 2014 menyebabkan laju inflasi kumulatif (bulan November 2014 terhadap bulan Desember 2013) masing-masing kota sebagai berikut: Sibolga 6,53 persen, Pematangsiantar sebesar 5,12 persen, Medan sebesar 5,57 persen, dan Padangsidimpuan sebesar 4,98 persen.

"Untuk inflasi kumulatif untuk Sumatera Utara sebesar 5,53 persen," katanya, Senin (1/12).

Terjadinya inflasi pada bulan November 2014, lanjut Bismark, juga menyebabkan laju inflasi year on year (bulan November 2014 terhadap bulan November 2013) masing-masing kota sebagai berikut: Sibolga 7,05 persen, Pematangsiantar 5,87 persen, Medan 5,47 persen dan Padangsidimpuan 4,63 persen.

"Sementara itu, inflasi year on year untuk Sumatera Utara sebesar 5,52 persen," jelas Bismark.

Ia menyebutkan, terjadinya inflasi di Kota Medan pada bulan November 2014 dipengaruhi oleh adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas antara lain bensin sebesar 13,16 persen, angkutan dalam kota sebesar 16,26 persen, cabai merah sebesar 28,12 persen.

"Rokok kretek naik sebesar 8,16 persen, bahan bawang merah sebesar 10,31 persen, biaya adminstrasi transfer uang 30,00 persen, dan rokok putih sebesar 4,67 persen," tuturnya.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1109 kali