cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Pemerintah memastikan, implementasi skema subsidi tetap per liter untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dilakukan tahun depan. Ini merupakan upaya mengantisipasi fluktuasi harga minyak dunia, yang mempengaruhi anggaran subsidi.

"Kalau tahun depan yang jelas fixed subsidy (subsidi tetap). Akan di situ. Soal harganya berapa itu yang sedang dikaji," ungkap Monti Griyana, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (8/12).

Opsi subsidi per liter adalah kisaran Rp 1.500 dan Rp 1.000 untuk premium. Sedangkan untuk solar dimungkinkan lebih besar, karena harga yang berlaku di masyarakat juga lebih murah.

"Yang jelas solar akan lebih tinggi dari premium. Karena harganya masih jauh," sebutnya.

Dalam skema subsidi tetap, harga premium dan solar akan ikut turun bila harga keekonomiannya turun. Begitu pun bila harga keekonomiannya naik.

"Kalau misalnya yang non subsidi Rp 7.000 per liter, kan nggak mungkin harga premium Rp 8.500. Makanya harus diikuti. Kalau harganya naik, maka akan ada batasnya," jelas Monti.

Prinsipnya, pemerintah akan tetap mensubsidi BBM untuk masyarakat. Namun di sisi lain, anggaran negara tidak terbebani begitu berat. Terutama karena faktor eksternal.

"Meski harga naik, tapi tetap disubsidi kan," ujarnya.

Subsidi tetap dikaji oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian ESDM. Ini akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada APBN Perubahan (APBN-P) 2015.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1101 kali