cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Saat ini harga minyak dunia anjlok ke tingkat terendahnya, dan pasti akan mempengaruhi harga BBM.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah sedang mengkaji sejumlah opsi terkait anjloknya harga minyak dunia, dan pengaruhnya terhadap harga BBM subsidi.

"Mudah-mudahan sebelum akhir tahun akan diumumkan kebijakan yang akan kita selesaikan secara permanen. Dengan turunnya harga minyak dunia. Ada tiga opsi yang paling baik yang akan kita ambil," jelas Sofyan.

Sofyan masih merahasiakan 3 opsi yang disiapkan pemerintah terkait harga BBM subsidi. "Sebelum akhir tahun akan kita umumkan," ujarnya.

Terkait anjloknya harga minyak dunia, Sofyan mengatakan, penurunan harga BBM subsidi juga menjadi kajian pemerintah.

"Turunnya minyak dunia akan dirasakan rakyat. Revisi harga (BBM subsidi) termasuk opsi yang dipikirkan. Yang membuat masalah ini tidak berulang-ulang," jelas Sofyan.

Seperti diketahui, harga minyak jenis Brent telah turun lebih dari 9% pekan ini. Sementara sejak Juni 2014, harga minyak Brent turun 45%, dari US$ 115 per barel menjadi US$ 62 per barel.

Untuk harga minyak jenis Light Sweet di AS turun US$ 1,21 per barel ke level US$ 58,74 per barel. Minyak ini sempat turun ke US$ 58,27 per barel, atau level terendah sejak Mei 2009.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 997 kali