cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya.Com) Devisa Sumatera Utara dari India terus turun hingga sebesar 32,17  persen yang dipicu menurunnya ekspor minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil dan produk turunannya serta hasil komoditas lainnya.
 
"Hingga Oktober, nilai ekspor Sumut ke India  masih 511,236 juta dolar AS dari periode sama tahun lalu yang mencapai  juta 753, 677 juta  dolar AS, " kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Kusdiatmono.

Penurunan devisa itu, karena volume dan harga ekspor sejumlah produk yang diperdagangkan Sumut ke India mengalami penurunan. Ekspor Sumut ke India antara lain CPO dan produk turunannya, karet, rempah-rempah dan pinang.
   
Ekspor terbesar berupa CPO dan produk turunan lain yang masuk dalam golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati. Penurunan devisa Sumut yang cukup besar itu menjadi salah satu pemicu turunnya  devisa Sumut yang hingga Oktober  turun 0,15  persen atau tinggal 7,936 miliar dolar AS dari 7,948 miliar dolar AS periode sama tahun 2013.
   
Namun, meski  nilai ekspor anjlok, tetapi India tahun ini masih tetap masuk dalam lima besar negara penyumbang terbesar devisa Sumut India merupakan negara ke empat terbesar penyumbang devisa Sumut setelah  Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Amerika Serikat (AS) dan  Jepang.
 
Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) , Anizar Simanjuntak, menyebutkan, permintaan dan harga jual CPO yang melemah di pasar internasional mempengaruhi langsung harga tandan buah segar (TBS) petani.
 
Harga TBS petani  di kisaran Rp1.000 -Rp1.100 per kg dan harga itu kurang menguntungkan petani. Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun, mengakui adanya penurunan ekspor  CPO ke  India Karen melemahnya permintaan dampak pengaruh ekonomi..
 
Penurunan permintaan itu terlihat dari ekspor CPO dan produk turunannya serta minyak inti sawit Indonesia ke India pada triwulan I 2014 yang turun cukup besar dibandingkan periode sama tahun lalu. Pada triwulan I 2014, ekspor CPO ke India  tinggal 478.000 ton atau turun 58 persen dari 1,137 juta ton di periode sama tahun lalu.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1126 kali