cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Moskow(MedanPunya.Com) Cadangan devisa dan emas Rusia anjlok sebesar US$ 15 miliar pada pekan lalu mendekati US$ 400 miliar menyusul pelemahan nilai tukar rubel terhadap dolar AS. Bank Sentral Rusia menyatakan ini merupakan posisi cadangan devisa terendah sejak Agustus 2009.

Bank Sentral Rusia sepanjang tahun ini telah menggelontorkan lebih dari US$80 miliar untuk menyelamatkan nilai tukar Rubel. Ketidakstabilan ekonomi Negeri Beruang Merah dinilai karena pengaruh anjloknya harga minyak dunia dan adanya sanksi negara-negara Barat atas krisis Ukraina.

Berbagai cara dilakukan bank sentral Rusia untuk menstabilkan rubel dan meringankan defisit dolar AS dan euro, salah satunya dengan memperluas pinjaman asing dan menawarkan bank-bank di Rusia mata uang asing dengan jangka waktu pinjaman 28 hari hingga satu tahun.

Para analis ekonomi memperkirakan sebanyak US$ 5 miliar digunakan untuk mengintervensi rubel, sedangkan sisanya US$ 7 miliar dipinjamkan kepada perbankan.


Ekonom berharap mata uang asing yang telah dipinjamkan bank sentral kepada perbankan di Rusia dapat dikembalikan ke bank sentral pada tahap berikutnya. Mereka berharap cadangan devisa bisa memulihkan beberapa kerugian dalam jangka menengah.***cnn/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1071 kali