cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengantongi komitmen investasi senilai US$ 672 juta selama kuartal III 2014. Komitmen tersebut dicatatkan oleh empat investor yang tertarik berbisnis di sektor industri padat karya.

"Seperi industri tekstil dan sepatu yang memiliki potensi besar penyumbang devisa negara," kata Kepala BKPM Franky Sibarani.

Franky mengatakan nilai investasi tersebut sangat mungkin bertambah karena sepanjang periode tersebut BKPM mencatat ada 13 calon investor yang berminat masuk ke sektor-sektor tersebut. Selain berpotensi besar menyumbang devisa, industri padat karya juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

"BKPM akan mengkoordinasikan potensi penyerapan tenaga kerja dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Tenaga Kerja, sehingga dapat mendukung berkembangnya industri padat karya," ujar Franky.

Franky berharap meningkatnya investasi di sektor padat karya dapat mengurangi angka pengangguran yang masih cukup tinggi di Indonesia. Sebagai informasi, saat ini  terdapat 7,5 juta pengangguran langsung dan 37 juta juta pengangguran terselubung.

Secara kumulatif, BKPM mencatat realisasi investasi pada Januari-September 2014 mencapai Rp342,7 triliun, tumbuh 16,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp228,3 triliun dengan pertumbuhan 14,6 persen.***cnn/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1000 kali