cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Pemerintah berencana merilis kebijakan baru soal subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), yang salah satunya adalah kemungkinan dihapuskannya subsidi untuk Premium. Bila kebijakan ini ditetapkan, maka harga Premium akan langsung turun.

Menteri ESDM Sudirman Said mengakui bahwa penurunan harga minyak dunia membuat harga keekonomian Premium ikut turun. Bahkan saat ini harga pasar Premium lebih murah dibandingkan dengan harga subsidi yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 8.500/liter.

"That's it, subsidi Premium dihapuskan. Kalau dilepas dengan harga keekonomian, harganya akan jadi lebih rendah dari yang ditetapkan pemerintah November lalu Rp 8.500/liter," ungkap Sudirman.

Sudirman menambahkan, harga Premium yang sedang murah menjadi momentum tepat untuk menghapuskan subsidi. Pasalnya, meski sekarang menikmati sedikit keuntungan, tetapi sepanjang tahun ini pemerintah masih nombok subsidi BBM.

"Ini mumpung harga minyak dunia begitu rendah, sehingga lebih baik ditetapkan harga keekonomian. Mungkin saat ini pemerintah untung sedikit karena harga keekonomian Premium di bawah harga subsidi. Tapi secara net setahun pemerintah masih nombok karena harus bayar subsidi BBM," jelas Sudirman.

Nantinya, kata Sudirman, hanya harga BBM diesel alias Solar yang disubsidi tetap oleh pemerintah. Kemungkinan subsidi yang diberikan adalah Rp 1.000/liter.

"Nantinya harga Solar juga akan naik-turun mengikuti harga market, tapi setiap liter solar ada subsidinya. Diusulkan misalnya Rp 1.000/liter," tuturnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 958 kali