cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Mulai 1 Januari 2015, pemerintah mencabut subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 88 alias Premium. Ke depan, harga Premium akan naik-turun mengikuti harga pasar atau keekonomiannya seperti harga Pertamax.

Untuk saat ini, harga Premium ditetapkan sebesar Rp 7.600/liter. Turun dibandingkan sebelumnya yaitu Rp 8.500/liter. Ini karena penurunan harga minyak dunia yang membuat harga pasar Premium juga turun.

Andy Noorsaman Sommeng, Kepala BPH Migas, mengatakan kemungkinan besar nantinya harga Premium akan naik lagi karena harga minyak dunia yang naik. Saat ini, harga minyak berada di kisaran US$ 50-60/barel tetapi pertengahan 2015 ada kemungkinan naik menjadi US$ 90-100/barel.

"Dengan begitu, harga Premium bisa naik menjadi sekitar Rp 9.000/liter. Solar juga sekitar itu, tetapi masih ada subsidi Rp 1.000/liter," kata Andy, Rabu (31/12).

Namun, Andy mengapresiasi langkah pemerintah ini. Menurutnya, kebijakan terobosan ini mampu mengurangi anggaran subsidi BBM cukup signifikan.

"Saya perkirakan tahun depan subsidi BBM hanya Rp 25 triliun. Turun drastis dari anggaran di APBN 2015 yang Rp 276 triliun," sebut Andy.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 961 kali