cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada November 2014 defisit sebesar US$ 425,7 juta. Penyebabnya karena penurunan ekspor, sedangkan kegiatan impor masih tinggi. Secara akumulasi sepanjang 2014, neraca perdagangan Indonesia pun masih negatif US$ 2,07 miliar.

"Neraca perdagangan November defisit US$ 425,7 juta," ujar Kepala BPS Suryamin, Jumat (2/1).

Pada November 2014, ekspor mencapai US$ 13,62 miliar atau turun 11,29% dibandingkan Oktober 2014. Rinciannya antara lain ekspor migas turun 14,68% dari US$ 2,47 miliar ke US$ 2,11 miliar, sedangkan non migas turun 10,64% dari US$ 12,88 miliar ke US$ 11,51 miliar.

Total ekspor Januari-November 2014 mencapai US$ 161,67 miliar, turun 2,36%. Dari total ekspor itu, untuk ekspor non migas mencapai US$ 133,69 miliar atau turun 1,95%.

Kontribusi terbesar ekspor non migas adalah bahan bakar mineral (yang didominasi batu bara) US$ 19,41 miliar serta lemak dan minyak hewan/nabati (terutama minyak sawit mentah/CPO) US$ 19,36 miliar.

BPS mencatat pangsa pasar ekspor Indonesia selama 2014 antara lain, Tiongkok US$ 15,12 miliar, AS US$ 14,39 miliar, Jepang US$ 13,30 miliar, ASEAN US$ 26,42 miliar, dan Uni Eropa US$ 15,36 miliar.

Pada November 2014, tercatat impor mencapai US$ 14,04 miliar, turun 8,39% dibandingkan Oktober 2014. Nilai impor tersebut mencakup impor migas turun 2,92% dari US$ 3,58 miliar ke US$ 3,47 miliar, dan impor Non migas turun 10,08% dari US$ 11,75 miliar ke US$ 10,57 miliar.

Data BPS mencatat total impor sepanjang 2014 dari Januari-November 2014 sebesar US$ 163,74 miliar, atau turun 4,34%, diantaranya disumbang dari impor non migas US$ 123,67 miliar atau turun 4,36%.

Kontribusi terbesar adalah mesin dan peralatan mekanik US$ 23,81 miliar dan mesin dan peralatan listrik US$ 15,90 miliar. Negara-negara pemasok barang impor utama ke Indonesia antara lain, Tiongkok US$ 27,53 miliar, Jepang US$ 15,72 miliar, Singapura US$ 9,40 miliar, ASEAN US$ 27,49 miliar, dan Uni Eropa US$ 11,63 miliar.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 913 kali