cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Jakarta(MedanPunya) Ekonomi Indonesia tumbuh 5,07% secara tahunan (year on year) di kuartal I-2019. Sayangnya, selama tiga bulan pertama tahun ini ekonomi tumbuh negatif alias minus 0,52%.

Menanggapi itu, Kepala ekonom Bank BCA David Sumual mengatakan, laju negatif perekonomian nasional di awal tahun merupakan hal yang biasa.

"Kalau itu sebenarnya normal, setiap tahun di kuartal I lebih rendah," kata David, Selasa (7/5).

Berdasarkan data BPS, laju pertumbuhan ekonomi nasional dari kuartal IV-2018 sebesar 5,18%. Sehingga lajunya kuartal ke kuartal minus 0,52%.

Selanjutnya, laju negatif pertumbuhan ekonomi di tiga bulan awal 2019 sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Di mana, kuartal I-2016 negatif 0,36%, kuartal I-2017 negatif 0,30%, kuartal I-2018 negatif 0,41%.

"Seasonal, selalu negatif biasanya kuartal IV lebih tinggi, nanti kuartal I menurun," kata David.

BPS sendiri mengungkapkan pertumbuhan ekonomi RI yang minus dalam tiga bulan pertama 2019 itu merupakan hal yang musiman. Ada beberapa sektor yang mengalami perlambatan di kuartal I-2019. Mulai dari pertanian hingga batu bara.

Sementara Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan penyebab ekonomi Indonesia tumbuh minus 0,52% di tiga bulan pertama 2019. Menurut Darmin salah satu penyebabnya adalah waktu panen yang bergeser.

Selain itu, kata Darmin, rendahnya pertumbuhan ekonomi juga didorong kinerja ekspor-impor yang menyusut.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 105 kali