cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Bandung(MedanPunya) Pemprov Jabar akan mendapat suntikan dana Rp 1,4 triliun dari bank dunia. Kucuran dana besar itu dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan sampah sungai Citarum yang belakangan jadi sorotan internasional.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan dalam waktu dekat akan persentasi ke pemerintah pusat dan bank dunia mengenai pemanfaatan dana bantuan tersebut.

"Kita dapat dana dari bank dunia Rp 1,4 triliun. Dalam waktu satu minggu ini, kita harus presentasi ke pemerintah pusat dan bank dunia, uang Rp 1,4 triliun buat apa saja," kata Ridwan kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (11/6).

Emil sapaannya menuturkan dana bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk edukasi, infrastruktur wilayah, lokasi pemilihan sampah. Termasuk pengadaan teknologi sampah, dan fasilitas daur ulang menjadi bahan bakar.

Dia menjelaskan akan berkoordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten yang dilewati sungai Citarum untuk agar dana bantuan tersebut efisien.

"Nantinya baik untuk menambahi truk sampah, membenahi manajemen sampah, mengatur zona-zona daur ulang sampah, dan lain-lain," tutur dia.

Menurutnya pihaknya akan segera mencari lokasi strategis untuk memfasilitasi daur ulang sampah menjadi bahan bakar. Termasuk membahas pemilihan teknologi yang akan digunakan nantinya.

"Teknologi apa pun bisa dipakai, yang penting bisa menuntaskan masalah sampah (Citarum)," kata Emil.

Progres penataan sungai Citarum semakin optimal sejak pemerintah pusat fokus membenahinya. Apalagi, semenjak Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi salah satu elemen dalam masalah teknis.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 187 kali