cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Jakarta(MedanPunya) Bank Indonesia (BI) hari ini menggelar pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 untuk mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa go ekspor dan go digital.

Saat ini sudah ada puluhan UMKM binaan BI yang telah ekspor ke luar negeri. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan saat ini sudah ada 91 UMKM yang melakukan ekspor ke berbagai negara dari 898 UMKM binaan BI.

"Kami laporkan sekarang ada 898 UMKM dan yang ekspor sudah 91 UMKM dengan nilai Rp 1,4 triliun selama satu tahun terakhir," kata Perry di pembukaan pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019, di JCC, Jumat (12/7).

Dia mengungkapkan selain mendorong UMKM untuk ekspor, bank sentral juga mendorong untuk go digital. Sehingga pasar bisa menjadi lebih luas ke berbagai negara.

"Kami juga berkomitmen untuk mengembangkan potensi UMKM tak hanya di nasional tapi juga global," ujar Perry.

Dia mengungkapkan, untuk mengapresiasi UMKM BI menggelar pameran KKI 2019 di JCC. Pameran ini menampilkan karya unggulan UMKM binaan BI seperti kain, kerajinan dan kuliner.

Menurut Perry pameran kali ini ada yang berbeda. Yakni BI memilih 370 UMKM dari 898 binaan. "Kami pilih yang best of the best, produknya unggulan dan pilihan. Produk sangat bagus dan harga pengrajin," jelas dia.

Ada 120 UMKM kain, 88 UMKM tas dan 150 UMKM yang menjual makanan dan siap untuk diekspor. Termasuk kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, pameran ini juga akan menggelar peragaan busana yang menggunakan kain nusantara.

Perry menjelaskan, rangkaian KKI 2019 ini juga mengadakan business matching yang mempertemukan UMKM dengan kalangan perbankan, eksportir, importir hingga platform digital.

"Kami juga ada workshop, bagaimana caranya agar UMKM bisa mematchingkan barangnya dan bisa mendapat pembiayaan, melakukan ekspor dan go digital," imbuh dia.

Dari sisi pembayaran, Perry mengungkapkan saat ini semakin mudah karena disediakan channel pembayaran menggunakan QR code.

"Saya ingin seluruh yang hadir di sini memviralkan ini. Ajak keluarga mulai dari suami, istri, pakde, bude, tante, om, opa, oma, anak, cucu ke sini 3 hari dan tidak perlu bawa uang tunai, bayarnya bisa pakai QR code, produk harga pengrajin dan kulinernya maknyus-maknyus," ujarnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 95 kali