cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Jakarta(MedanPunya) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juni sebesar US$ 11,78 miliar. Nilai ekspor Indonesia turun US$ 2,96 miliar atau 8,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan turunnya harga minyak mentah dunia mempengaruhi ekspor pada Juni. Harga minyak mentah dunia turun ke US$ 61 per barel dari sebelumnya US$ 68,7 per barel.

"Pada Mei ICP harganya US$ 68,7 per barel, pada Juni penurunan jadi US$ 61 per barel," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat , Senin (15/7).

Komoditas batu bara yang juga menjadi andalan ekspor Indonesia mengalami tekanan. Harga batu bara, kelapa sawit dan minyak kernel tercatat turun yang menyumbang 15% dari total ekspor.

"Beberapa komoditas alami penurunan harga yang cukup curam di antaranya batu bara," tambahnya.

Meski demikian, komoditas lainnya seperti karet mengalami kenaikan harga diikuti emas, cokelat dan perak. Selain dari sisi komoditas, adanya cuti bersama Juni lalu juga mempengaruhi kinerja ekspor.

"Cuti panjang 9 hari ini pengaruh besar ke ekspor dan impor terlihat dari dokumen ekspor yang turun jauh dari bulan Mei," katanya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 102 kali