Cetak halaman ini

Jakarta(MedanPunya) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bahwa saat ini perekonomian Indonesia terus mengalami perbaikan, salah satunya dari sisi inflasi. Tapi, Darmin juga menyebut Indonesia masih punya satu titik lemah di sektor ekonomi.

Darmin mengatakan saat ini tingkat inflasi berada di level satu digit, yakni di kisaran 3-3,5%. Dia bilang angka itu merupakan pencapaian yang cukup baik dan stabil, melihat inflasi Indonesia pernah berada di level dua digit saat zaman orde baru.

"Dalam orde baru inflasi selalu double digit, jarang di bawah 10% sekarang 3% dan itu berlangsung terus menerus empat tahun," kata Darmin dalam seminar bertajuk Transformasi Ekonomi di hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

Bukan cuma itu, kata Darmin, indikator sosial ekonomi seperti tingkat pengangguran, kemiskinan, hingga gini rasio juga terus mengalami perbaikan.

"Sehingga dalam pembangunan kaidah pembangunan ekonomi itu bisa dikatakan pertumbuhan kita bisa disebut pertumbuhan sehat. Tapi ekonomi sosialnya membaik. Tentu tidak berarti mengatakan semua beres," jelasnya.

Meski begitu, kata Darmin, Indonesia masih memiliki titik lemah dari sektor perdagangan internasional, yakni neraca pembayaran.

"Kita semua tahu di bidang perdagangan internasional indikator neraca pembayaran, saya kira titik lemah kita (Indonesia) yang utama," katanya.

Lebih lanjut Darmin mengatakan, saat ini Indonesia sedang memasuki bonus demografi. Oleh karena itu, pemerintah masih perlu berupaya untuk mendongkrak tingkat ekonomi lebih maju agar bisa memanfaatkan bonus demografi tersebut.

"Dengan pertumbuhan 5% apakah kita sudah mampu menyelesaikan atau memanfaatkan bonus demografi tersebut. Pertumbuhan angkatan kerja kita berada di atas 3%-an. Dan itu dibutuhkan pertumbuhan lebih tinggi," tuturnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 49 kali