cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Mulai 1 Januari 2015, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar turun. Harga Premium turun dari Rp 8.500/liter menjadi Rp 7.600/liter, sementara harga Solar turun dari Rp 7.500/liter menjadi Rp 7.250/liter.

Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menilai penurunan harga BBM sangat membantu meredam inflasi. Setelah bulan lalu inflasi mencapai lebih dari 2%, dia memperkirakan inflasi bulan ini tidak sampai 1%.

"Bulan ini saya kira inflasi akan relatif rendah karena penurunan harga Premium. Semoga tidak lebih dari 0,7%," kata Perry, Selasa (13/1).

Penurunan harga BBM, lanjut Perry, memiliki andil menahan inflasi mencapai 0,5%. Sehingga meskipun ada faktor kenaikan harga elpiji 12 kg, inflasi bisa tetap terkendali.

"Meskipun pada saat yang sama ada kenaikan harga elpiji 12 kg, tapi secara keseluruhan inflasi bulan ini jauh lebih rendah," tuturnya.

Sedangkan untuk sepanjang 2015, Perry memperkirakan inflasi masih optimis pada kisaran 4,5% plus minus 1 atau 3,5-5,5%. Angka ini masih cukup relevan, meski nantinya harga BBM akan naik-turun.

"Angka 4,5% plus minus 1 itu sudah memperhitungkan (kebijakan BBM)," ujarnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1034 kali