cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Singapura(MedanPunya) Laju penurunan harga minyak dunia masih terus terjadi. Minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) jatuh ke level terendahnya lagi. Karena negara-negara eksportir minyak yang tergabung dalam OPEC tak mau memangkas produksinya.

Harga minyak jatuh 60% dari nilai tertingginya pada Juni 2014, dan turun 36% dalam 7 pekan terakhir ini.

Harga kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Februari 2015 jatuh hampir 5% menjadi US$ 45,23 per barel, titik terendah sejak Maret 2009. Sedangkan minyak WTI yang diproduksi di AS, harga kontrak untuk pengiriman Februari mencapai US$ 44,44 per barel, atau titik terendah sejak April 2009.

Kejatuhan harga minyak ini juga disebabkan oleh meningkatnya produksi minyak shale dari AS. Bahkan sejumlah negara anggota OPEC bakal memberi diskon harga-harga minyaknya untuk mempertahankan pangsa pasar masing-masing.

Menteri Perminyakan Arab Saudi, Suhail bin Mohammed al-Mazroui mengatakan, keputusan OPEC di November untuk tidak memangkas produksi minyaknya sudah tepat.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1059 kali