cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya) Saat ini, Sumatera Utara masih belum mampu mengatasi produksi jagung dalam pemenuhan kebutuhan industri dan masyarakat. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan Dinas Peternakan Sumut.

Perwakilan PT Japfa mengeluhkan akan kekurangan pasokan jagung dalam pembuatan pakan ternak yang berdampak harus mengimpor dari luar negeri. Hal yang sama disampaikan bahwa untuk saat ini mereka hanya mampu memenuhi kebutuhan jagung lokal sebesar 52,1 persen dan sisanya 47,9 persen harus mengimpor, karena produk lokal yang tidak dapat terus menerus ada dan hanya dapat bertahan selama beberapa bulan saja, tidak sepanjang tahun.

“Faktor utama yang mempengaruhi produksi jagung lokal saat ini adalah musim dan lahan,” ungkap salah seorang perwakilan PT Japfa, Kamis (15/1).

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Ikrimah Hamidy, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan saat ini, yakni dengan melakukan penanaman di rumah kaca dengan mengatur kondisi musim serta melakukan tumpang sari tanaman di perkebunan yang ada di Sumut.

Untuk itu Komisi B DPRD Sumut siap menjembatani antara pihak perkebunan swasta maupun negeri dengan dinas terkait dalam memproduksi jagung kedepannya dengan sistem tumpang sari.

“Kami di Komisi B DPRD Sumut siap membantu dinas terkait dalam menghubungkan komunikasi dengan perkebunan swasta maupun negeri di Sumut. Kita berharap dapat memanfaatkan lahan tumpang sari dengan maksimal. Untuk itu, harus ada swasembada Jagung di Sumut tahun 2015 ini,” tambah Ikrimah yang juga anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

RDP ini juga membicarakan kondisi hewan ternak yang ada di Sumut. Kali ini Dinas Peternakan Sumut lebih menekankan pada peningkatan konsumsi hewan pangan seperti sapi dan unggas dalam mencapai swasembada pangan seperti daging.

“Dinas Peternakan Sumut telah memperioritaskan pengembangan sapi mongolia di daerah Serdang Bedagai, sedangan untuk unggas sudah menjadi sebuah industri di masyarakat dan peran pemerintah sebagai pengawas dalam pengelolaannya,” jelas Dinas Peternakan Sumut.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1197 kali