cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Jakarta(MedanPunya) Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2020 tercatat surplus US$ 2,34 miliar. Angka ini berasal dari ekspor sebesar US$ 13,94 miliar dan impor sebesar US$ 11,6 miliar.

Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Yunita Rusanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/3).

Nilai impor menurut penggunaan barang sendiri semuanya menurun. Termasuk impor barang konsumsi, impor bahan baku/penolong, dan impor barang modal.

Angka impor sebesar US$ 11,6 miliar tercatat turun 18,69% secara month to month, dan turun 5% secara year on year. Impor yang paling banyak turun berasal dari barang mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanis, kendaraan dan bagiannya, plastik dan barang dari plastik, serta bahan kimia organik.

Sementara ekspor Februari tercatat sebesar US$ 13,94 miliar. Peningkatan ekspor terbesar dari logam mulia, kendaraan dan bagian lainnya, lemak dan minyak nabati, barang tekstil, bahan bakar mineral.

Dan penurunan ekspor terbesar berasal dari besi dan baja, alas kaki, tembaga dan barang daripadanya, pulp dari kayu, pakaian dan aksesori.

Ekspor naik paling tinggi ke negara Singapura, Malaysia, Ukraina, Swiss, dan Filipina. Ekspor turun paling dalam ke China (turun tajam, US$ 245,5 juta, antara lain besi baja, tembaga, pulp), India, Taiwan, Jerman, dan Belanda.

Berikut neraca perdagangan 2020:

    Januari 2020 defisit US$ 870 juta
    Februari 2020 surplus US$ 2,34 miliar

***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 32 kali