cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Perdagangan produk syariah berkembang pesat dan mampu mendominasi pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat saat ini 336 saham syariah diperdagangkan dengan nilai kapitalisasi sebesar Rp 3.011 triliun atau 56,4 persen dari kapitalisasi seluruh saham.

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal (OJK) mengatakan, hingga 6 Februari 2015 sebanyak 33 perusahaan telah melelang surat utang syariah atau sukuk korporasi sebesar Rp 12,9 triliun. Nilai peredaran (outstanding) sukuk korporasi sejauh ini mencapai Rp 7,1 triliun dengan pangsa pasar 3,2 persen.

"Sedangkan outstanding sukuk negara mencapai Rp 206,7 triliun dengan market share 10,6 persen," ujarnya, Selasa (10/2).

Sementara itu, outstanding reksa dana syariah pada periode yang sama mencapai Rp 11,25 triliun dengan pangsa pasar 4,63 persen.

Lebih lanjut, Nurhaida menyatakan pihaknya mencanangkan pada tahun ini menjadi tahun pasar modal Syariah. Pihaknya telah menyiapkan tiga hal untuk mendukung percepatan pengembangan ini.

"Pertama, penguatan regulasi yang mendukung percepatan pengembangan pasar modal syariah," ujarnya.

Dia mengungkapkan pihaknya sedang memproses beberapa penyempurnaan peraturan terkait penerbitan efek syariah dan penyusunan peraturan baru dengan Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM).

"Kedua, menyusun Road Map Pasar Modal Syariah sebagai pedoman regulator dan stakeholders dalam menentukan arah kebijakan dalam 5 tahun ke depan," kata Nurhaida.

Ketiga, lanjutnya, peningkatan penetrasi pasar atas produk syariah di pasar modal melalui peningkatan kegiatan awareness dan outreach. Implementasi kegiatan ini antara lain melalui kegiatan entering market untuk BUMN dan calon emiten, juga peningkatan kepedulian kepada ormas keagamaan.***cnn/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1090 kali