cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih dalam tren melemah. Hari ini, dolar AS sudah diperdagangkan di level Rp 12.100.

Dolar AS saat ini berada di posisi Rp 12.100. Bahkan posisi terkuat dolar AS sempat menyentuh Rp 12.110.

Bahana Securities dalam risetnya memperkirakan hari ini rupiah akan berada di kisaran Rp 11.962-12.080 per dolar AS. Pelemahan rupiah akhir pekan lalu diperkirakan masih berlanjut seiring ketidakpastian ekonomi global karena potensi kenaikan suku bunga di AS. Selain itu, pelaku pasar juga merespons negatif Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.

Daewoo Securities Indonesia dalam risetnya akhir pekan lalu menyebutkan, pelemahan rupiah hingga dolar menyentuh kisaran Rp 12.000 merupakan kombinasi sejumlah faktor. Pertama ada ketegangan geopolitik global yang belum tuntas, seperti Rusia-Ukraina atau krisis ISIS di Timur Tengah.

Kedua, dolar AS memang menguat dibandingkan mata uang utama dunia. "Pelemahan mata uang bukan hanya terjadi di Indonesia. Mata uang negara-negara berkembang pada umumnya memang melemah," sebut riset Daewoo Securities.

Namun, Daewoo Securities juga mencatat, keputusan Pilkada melalui DPRD sedikit banyak memberi pengaruh. Investor bertanya-tanya, apakah nanti kebijakan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akan bisa berjalan mulus.

"Pelaku pasar tentu menyoroti akan agenda reformasi ekonomi yang dijanjikan Jokowi akan bisa terlaksana. Ini akan berdampak buruk di pasar modal, terutama saham-saham yang terkait dengan program-program Jokowi yaitu infrastruktur, industri dasar, properti, dan keuangan," papar riset tersebut.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1220 kali