cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Tiongkok masih menjadi salah satu negara di dunia yang bisa menjual barang dengan harga murah. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, produk Indonesia sulit bersaing harga dengan produk Tiongkok.

"Kalau mau terbuka, Tiongkok berhasil menjadikan gambaran kuatnya adalah efisiensi dan harga murah. Sampai saat ini, kalau kita harus berhadapan dengan Tiongkok, sama-sama mengedepankan harga rasanya kita akan kesulitan," papar Bayu di acara "Workshop Internasional SMEs in the Borderless Era, Shaping Opportunity in the Global Value Chain" di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (1/10).

Bayu mengungkapkan, Tiongkok dapat menjual produk dengan harga murah karena produksinya besar. Dari produksi yang cukup besar itu, timbul efisiensi pengeluaran biaya perusahaan, termasuk ongkos tenaga kerja.

"Karena produksi besar dan biaya rata-ratanya rendah," imbuhnya.

Lewat cara seperti itu bukan berarti Tiongkok unggul seluruhnya. Kenyataannya, sekarang ini banyak produk unik asal Indonesia yang laku dijual di negara tirai bambu tersebut, seperti kopi dan teh kemasan, funitur, hingga produk makanan.

"Tetapi kalau dilihat barang-barang kita masuk ke Tiongkok laku dan makin tinggi. Apa yang membuat mereka begitu? Beda produk kita khusus dan punya nilai lain dan itu hanya bisa didapat dari UKM (Usaha Kecil Menengah)," kata Bayu.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1125 kali