cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...
cache/resized/d62aab24d5771b45119d776c93896d07.jpg
New York(MedanPunya) Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, dipenuhi gelak tawa ketika ...
cache/resized/76b9581d19f7a1774f274fcf0a44d676.jpg
MedanPunya - Putri Diana meninggal dunia dalam kecelakaan tragis yang terjadi di Paris pada tahun ...

Medan(MedanPunya) Ustaz Ade Darmawan, Ketua DPC Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) mendapat ancaman pembunuhan.

Ancaman kepada Ustaz Ade ini disampaikan lewat dua kali SMS oleh nomor telepon seluler 0812xxxxxx07.

SMS pertama berisi "Hei Jongos Cepat Kocabut Spanduk Pemimpin Jujur MU Itu. Udah Kami Gambar Posisimu Keluargamu, Siang Ini Koterima Balasan, Halal DarahMU DJONGOS !!" tulisnya.

SMS kedua berisi "Kami Tunggu Sampai Ashar, Kalau Tidak Koturunkan Spandukmu Di Makam Pahlawan, Malaikat Maut Akan Menjemputmu."

Dua SMS berisi ancaman itu diterima Ustaz Ade pada Senin (11/6) pukul 09.49 WIB.

Ustaz Ade mengakui pihaknya memang memasang spanduk bertuliskan "Pilihlah Pemimpin yang Jujur" atas nama Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).

"Lalu apa salahnya meminta memilih pemimpin jujur?" tanyanya.

Ustaz Ade melaporkan ancaman pembunuhan ini ke Polresta Medan dengan nomor pelaporan LP/1204/VI/2018/SPKT RESTABES MEDAN.

"Ancaman kematian sudah diatur Allah, dia (pengancam) bukan Tuhan yang mengirim malaikat maut kepadaku," tegasnya.

Lebih jauh, Ustaz Ade mengajak warga Sumut untuk tidak takut berkata jujur.

"Dan jangan takut membongkar kebohongan," ujarnya.

Sepertu diketahui, Ustaz Ade adalah juga Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia Sumatera Bagian Utara (Amphuri Sumbagut).

Ustaz Ade meyakini, yang dialaminya ini rentetan dari apa yang disampaikannya beberapa waktu lalu, terkait dugaan umrah fiktif salah satu Calon Gubernur Sumut.

Beberapa waktu lalu, Ade Darmawan menjadi sorotan karena menyatakan dirinya ingin membuktikan bahwa perjalanan umrah Calon Gubernur Sumut Edy Rahmyadi adalah fiktif.

"Saya merasa tertantang untuk membuktikan apakah benar yang bersangkutan berangkat umrah atau tidak ke Arab Saudi," kata Ustaz Ade kepada wartawan, Kamis (7/6/2018).

Dalam upaya pembuktian ini, Ustaz Ade sudah terbang ke Jakarta untuk bertemu dengan pengurus asosiasi mereka.

Di Jakarta, Ustaz Ade mencari informasi mengenai cara menelusuri perjalanan seseorang berdasarkan paspor dan visa. Hasilnya, dia tidak menemukan adanya konfirmasi visa Edy Rahmayadi tercatat melakukan perjalanan umrah.

"Kita bisa telusuri menggunakan data yang ada pada keimigrasian Arab Saudi. Begitu juga pada aplikasi Sipatuh pada Kementerian Agama Republik Indonesia," ungkap Ustaz Ade seraya membuka aplikasi tersebut.

Dalam upaya mencari kebenaran tersebut, Ustaz Ade juga memasukkan nomor yang disebutnya sebagai nomor paspor Edy Rahmayadi untuk menguji. Hasilnya tidak terkonfirmasi adanya perjalanan dengan nomor tersebut.

"Saya mendapat nomor ini dari jaringan saya dan mungkin ini masih perlu dicari kebenarannya. Kita bisa lihat tidak ada perjalanan itu. Sementara penyelenggara travel wajib memasukkan data nasabahnya ke dalam aplikasi Sipatuh ini," ujarnya.

Atas hasil penelusuran ini, Ustaz Ade berharap agar Edy Rahmayadi maupun timnya tidak langsung menyerangnya secara personal. Sebab, keraguannya ini muncul sebagai warga Sumut yang sangat menginginkan adanya kejujuran seorang pemimpin.

Ia mengatakan, ada atau tak ada perjalanan umrah itu, bukanlah jadi masalah bagi dirinya.

"Hanya saya menjadi perlu mencari pembuktian karena menjaga reputasi saya. Kalau saya diam berarti saya yang akan dibilang berbohong," katanya.

"Pemimpin yang sesuai ajaran Islam itu harus jujur dan amanah. Jangan jadikan alasan umrah untuk kegiatan yang lain," pungkasnya.***trb/mpc/bs






  • 0 komentar
  • Baca 1287 kali