cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

MedanPunya - Cakupan internet makin meluas. Lembaga PBB International Telecommunication Union (ITU) mengatakan, sekitar 3,5 miliar orang atau 47 persen dari populasi global bakal “online” pada akhir tahun 2016.

“Di 2016, orang-orang tak lagi pergi ‘online’. Mereka sudah ‘online’. Sebaran jaringan 3G dan 4G di seluruh dunia telah menghadirkan internet ke lebih banyak orang,” sebut ITU dalam sebuah laporan yang dirilis pekan ini.

Namun, sebaran internet masih belum merata. Pengguna internet di negara-negara maju mencapai 80 persen dari total populasi. Sementara di negara-negara berkembang jumlahnya baru sekitar 40 persen.

Persentase penduduk yang tersambung ke internet di negara-negara kategori tertinggal lebih kecil lagi, yakni 15 persen.

Di sejumlah negara miskin di Benua Afrika, misalnya, hanya satu dari 10 orang yang memiliki sambungan internet. Masyarakat di negara-negara ini kesulitan mengakses internet karena jangkauan infrastruktur yang terbatas dan harga mahal.

“Penetrasi internet di negara-negara tertinggal saat ini telah mencapai tingkat yang tercatat di negara maju pada 1998, berarti mereka tertinggal 20 tahun di belakang,” lanjut ITU.

Sebanyak 3,9 miliar warga dunia masih belum mendapat akses internet. PBB mencanangkan 60 persen penduduk bumi akan online pada 2020 pendatang.***kps/mpc/bs