cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

MedanPunya.Com - Aksi sensor internet ternyata juga dilakukan negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia. Diberitakan bahwa Pemerintah Malaysia bersiap menyensor ketat konten yang mengandung unsur negatif di internet, termasuk YouTube.

Rencana ini digulirkan Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi. Dia mengatakan akan bekerjasama dengan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) untuk membangun sebuah firewall di negaranya.

Dia mengatakan, firewall ini akan memblokir situs internet yang menampilkan film atau konten yang tidak sesuai dengan kultur budaya Malaysia dan berpotensi memicu sensitivitas lokal.

"Kami bekerja sama dengan MCMC mengenai hal ini dan saya mendorong agar komisi ini menerapkan sistem itu segera," katanya.

Menteri Dalam Negeri akan bekerja dengan Komunikasi dan Multimedia Malaysia Commission (MCMC) untuk mendirikan sebuah firewall di website, termasuk YouTube, untuk memastikan konten yang tidak mematuhi pedoman yang ditetapkan oleh Badan Sensor Film tidak dilihat oleh orang Malaysia.

Ahmad Zahid Hamidi mengatakan penting untuk konten di Internet, termasuk film, sesuai dengan kultur dan sensitivitas lokal.

Ahmad Zahid mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa badan sensor memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan orang-orang tidak dipengaruhi oleh unsur-unsur negatif yang bisa hadir dalam film tertentu.

"Kami ingin menciptakan kesadaran di kalangan masyarakat, khususnya penonton film , bahwa badan sensor memiliki tanggung jawab sosial dan keagamaan untuk memastikan film mematuhi pedoman yang berlaku," katanya.

"Pencipta konten harus memastikan konten mereka tidak melanggar norma-norma sosial dan agama," tandasnya.

Aksi yang serupa pernah dilakukan oleh Menteri Kominfo Tifatul Sembiring sebelumnya. Saat itu dia memblokir situs seperti Vimeo karena menggandung konten pornografi dan mengirimkan surat ke YouTube untuk menutup video yang menampilkan SARA.

Sayangnya, tak dijelaskan lebih lanjut apakah pemblokiran ini akan secara menyeluruh atau hanya beberapa video saja di YouTube.***dtc/mpc/bs