cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

MedanPunya.Com - Seorang ilmuwan asal Indonesia yang kini mengajar di Malaysia, mengklaim telah membuktikan bahwa ayat suci Al Quran bisa membangkitkan energi pendengarnya.  Tapi metodenya dinilai kontroversial karena memakai alat pendeteksi aura.

Yohan Kurniawan, doktor asal Indonesia yang mengajar di Universitas Malaysia Kelantan, itu ingin membuktikan ayat suci Al Quran mampu membangkitkan energi mereka yang mendengarkan lantunannya.

Yang membuatnya bisa jadi kontroversial adalah, Yohan meneliti hal itu dengan memakai alat pembaca aura tubuh, WinAura. Aura dan alat pendeteksinya selama ini masih jadi perdebatan, ilmiah atau mitos belaka.

Sedangkan ayat suci yang dilantunkan adalah surat Al Fatihah, Surat Yasin, dan salawat nabi. Saat dibacakan, alat itu akan mendeteksi perubahan warna aura tubuh ketika mendengarkan ayat-ayat suci tadi.

Yohan yang beragama Katolik ini mengatakan, penelitian itu dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. Sejumlah peneliti dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas Putra Malaysia pun terlibat di dalamnya. "Keterlibatan saya dan responden nonmuslim dalam penelitian ini telah mengontrol efek bias dan subjektivitas, sehingga data penelitian yang didapat adalah objektif," katanya, Jumat (5/12).

Mereka meneliti aura dari 30 responden yang diperdengarkan ketiga macam surat dan salawat. Yohan mengatakan penelitian menggunakan metode eksperimen dan sampel dikumpulkan dengan cara within subject design, di mana responden yang sama mengikuti beberapa seri eksperimen.

Para peneliti itu melakukan empat eksperimen. Pertama, aura para subyek diukur ketika mereka tak mendengarkan ayat suci. Kedua, subyek diukur auranya saat mendengar Al Fatihah. Ketiga, aura diukur saat mendengar Surat Yasin, dan terakhir, aura diukur ketika mendengarkan salawat nabi.

Kesimpulan mereka, ketiga surat dan salawat, ternyata memberi pengaruh pada mental dan rohani responden. Tapi tak ada pengaruh surat itu pada fisik atau jasmani seseorang.***cnn/mpc/bs