cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

MedanPunya.Com - Perburuan manusia untuk menemukan kehidupan alien difokuskan pada pencarian mikroba di luar tata surya. Namun ilmuwan lain menyatakan kemungkinan alien tidak berbentuk biologis tapi berupa robot.

Ini merupakan ungkapan Dr Susan Schneider, Profesor Filosofi dari University of Connecticut, yang juga penulis dari banyak buku tentang kehidupan alien. Dia mengungkapkan hal ini karena telah sering bekerja sama dengan Dr. Seth Shostak dari SETI (Search for Extraterrestrial intelligence).

"Yang saya fokuskan memang sedikit tidak biasa karena saya memperdebatkan jika bangsa alien bisa jadi adalah sebuah artificial intelligence (AI) alias robot," ujar Schneider.

Mungkin bukan kehidupan yang kita temukan pertama kali, sebagaimana yang selama ini kita cari di luar bumi. Bangsa manusia memiliki peradaban yang cukup maju pesat, apalagi yang berhubungan dengan komputer. Hal inilah yang membuat Schneider percaya jika hal yang dicari selama ini ada di dalam kehidupan kita sendiri.

"Jika dilihat peradaban kita sendiri, kita sudah bisa melihat tanda-tandanya. Komputer semakin menjadi bagian dari hidup. Silikon lebih cepat ketimbang otak. Penelitian di bidang AI sangat berkembang cepat. Banyak orang di sains komputer berpikir kita telah berada 50 tahun lebih dulu dari AI," ujar Schneider.

Sepertinya, kata dia, manusia akan mengalami evolusi berikutnya. Suatu saat manusia akan menjadi bagian dari komputer yang memutuskan untuk 'mengunduh' dirinya sendiri.

"Alien akan menjadi lebih tua dari kita. AI akan lebih rumit dan lebih pintar dari kita sendiri. Mungkin dalam 50 tahun ke depan, di otak kita akan dipenuhi kabel internet," katanya.

Menurut Schneider, otak manusia memiliki keterbatasan karena ukuran tengkorak, tapi komputer akan bisa menampung semua isi planet atau kota. Dengan kata lain, robot bisa mengambil alih semuanya.

Sebelumnya, Profesor Stephen Hawking telah memperingatkan jika peradaban manusia akan mendapatkan ketidakjelasan masa depan karena teknologi yang semakin meningkat. Menurut dia, robot yang diciptakan manusia justru akan menginvasi manusia itu sendiri.

"Pengembangan penuh dari kecerdasan buatan aka menghabiskan era ras manusia. Suksesnya penciptaan robot akan menjadi pencapaian terbesar manusia, namun juga akan menjadi akhir dari peradaban itu sendiri," kata Hawking saat menjadi pembicara di sebuah event di London beberapa waktu lalu.

Dia berpendapat, pengembangan asisten personal digital macam Siri, Google Now dan Cortana merupakan gejala munculnya ras robot dalam beberapa dekade ke depan.

Namun Hawking mengakui jika teknologi akan memberikan keuntungan signifikan dan berpotensi memberantas perang, penyakit dan kemiskinan.***vv/mpc/bs