cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

MedanPunya.Com - Perusahaan swasta LiftPort Group asal Washington, Amerika Serikat, sejak dahulu terobsesi membangun lift dari Bumi menuju Bulan. Kali ini mereka mengatakan proyek lift atau elevator menuju Bulan itu bisa dimulai pada 2019.

Hal ini disebut LiftPort sebagai cara mudah dan murah menjangkau ruang angkasa, termasuk untuk menyediakan pasokan ke stasiun ruang angkasa.

Pada September 2012 lalu, LiftPort telah melakukan urun dana dari para sukarelawan di situs web Kickstarter guna mendanai proyek mereka. Kala itu, LiftPort mendapat pendanaan sebesar US$ 110 ribu atau sekitar Rp 1,358 miliar.

Oktober tahun ini, LiftPort kembali galang dana untuk membuat film pendek yang memberi gambaran tentang proyek besar mereka. Aksi urun dana kali ini mendapatkan US$ 37 ribu dan berikut hasil film pendek itu.

Rencana mereka adalah menggunakan infrastruktur penghubung yang diibaratkan seperti kabel pada sistem lift untuk menjangkau bulan. Lift ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk mengangkut material, robot, hingga manusia ke dan dari permukaan Bulan.

Namun, kabel itu tidak terhubung langsung dari Bumi ke Bulan, melainkan kabel dari Bulan hanya terhubung pada sebuah stasiun ruang angkasa yang berada di titik Lagrangian. Titik ini merupakan "tempat parkir" yang seimbang dari tarikan gravitasi antara Bumi dan Bulan.

Sehingga, stasiun ruang angkasa itu akan berada diam dan tetap di titik tersebut. LiftPort juga akan membuat alat untuk menyeimbangkan posisi stasiun ruang angkasa ini.

Seperti stasiun ruang angkasa internasional (ISS), LiftPort akan membuat stasiun mereka dengan konsep modular sehingga bisa ditambahkan oleh komponen lain di masa depan.

Dari stasiun ruang angkasa, perusahaan tersebut akan membentangkan kabel sepanjang 250.000 kilometer menuju Bulan. LiftPort belum mengungkapkan material macam apa yang bakal mereka gunakan untuk menghubungkan stasiun ruang angkasa dengan Bulan.

Kabel dari stasiun ruang angkasa menuju Bulan itu dijuluki PicoGravity Laboratory (PGL). Itu akan ditancapkan dan berujung di lokasi Sinus Medii yang kira-kira berada di tengah wajah Bulan yang terlihat dari Bumi.

Di sana, akan menjadi jangkar bagi lift ruang angkasa yang dijuluki Elsie oleh LiftPort. Salah satu tujuan pembuatan lift ini adalah melakukan eksplorasi terhadap permukaan Bulan dan mencari elemen berharga di sana.***cnn/mpc/bs