cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

MedanPunya - Norwegia akan sepenuhnya mematikan radio FM (analog) dan menggantinya dengan Digital Audio Broadcasting (DAB) sebagai standar penyiaran nasionalnya. Saat rencana itu terwujud, mereka akan jadi negara pertama yang sepenuhnya menerapkan radio berbasis penyiaran digital.

Pengumuman soal peralihan menuju digital itu diumumkan oleh Menteri Kebudayaan Norwegia Thorhild Widvey. Peralihan sendiri mulai diselenggarakan pada 11 Januari 2017 mendatang.

"Dengan beralih ke digital, pendengar akan mendapatkan konten yang lebih beragam, juga bisa menikmati kualitas suara yang lebih baik dan mendapat fungsi baru. Digitalisasi juga akan memfasilitasi meningkatnya aspek persaingan dan memberikan kesempatan baru pada inovasi dan pengembangan," ujarnya.

Norwegia sendiri tidak awam dalam penerapan DAB. Mereka telah mulai melakukan digitalisasi tersebut sejak 1995 silam dan kini telah ada 22 saluran nasional yang siarannya berbasis digital.

Sementara itu, hingga saat ini hanya ada lima saluran radio FM yang bersiaran secara nasional. Ini menunjukkan bahwa cakupan penyiaran radio berbasis digital di sana telah lebih luas dibanding radio analog.

Selain itu, Skandinavia itu juga telah menerapkan DAB+ sejak 2007 lalu. DAB+ merupakan pemutakhiran transmisi radio DAB dan dikatakan punya kualitas suara lebih jernih dalam bit-rate sekecil 64 kbps.

"Ini adalah hari yang penting untuk semua pecinta radio. Keputusan menteri tersebut membuat kami lebih mudah memusatkan sumber daya pada aspek yang lebih penting, utamanya untuk menciptakan konten radio yang lebih berkualitas dan beragam," komentar kepala Perusahaan Penyiaran Norwegia Thor Gjermund Eriksen.***kps/mpc/bs