cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

MedanPunya - Meski terdengar mengerikan dan menakutkan, tapi buku abad ke-17 ini diduga diikat menggunakan kulit manusia. Tim peneliti dari University of Notre Dame sedang menginvestigasinya.

Tahun lalu, beberapa pengajar Harvard mengumumkan salah satu koleksi perpustakaannya kemungkinannya terbuat dari kulit manusia. Para ilmuan pun mengujinya dan satu demi satu fakta bermunculan.

Tim peneliti Notre Dame sedang mengirimkan sampelnya ke kantor pemeriksa pemerintahan kota New York. Dalam sebuah kliping koran, Christopher Columbus mengatakan ia pernah memiliki bukunya yang diikatnya berasal dari kulit kepala suku Moor.

Namun, bukti lain ada yang menunjukkan jika kolektor Jerman juga pernah memiliki buku tersebut. Di kliping korannya disebutkan, "Secara khusus prasasti berbunyi 'Sum Christophori Binderi' atau Christophorus Binderus'.

Pihak universitas berspekulasi buku itu diperolehnya sekitar tahun 1916. Fakta lainnya juga muncul di kliping koran lainnya, "Buku itu terikat di kulit kepala suku Moor yang bermusuhan dan pernah menyiksa orang-orang Kristen di Spanyol."

Salah seorang tim peneliti bernama Donovan mengatakan jika di abad ke-19, buku yang diikatkan menggunakan kulit manusia itu lumrah dibuat. "Mereka umumnya menggunakannya untuk mengikat buku-buku masalah kesehatan atau obat-obatan," katanya lagi.***dtc/mpc/bs